Tampilkan postingan dengan label process of life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label process of life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2012

Terimakasih


Aku bertermakasih sama Tuhan yang udah ngizinin aku menapaki satu umur lagi di hari ini.

Aku mau belajar bersyukur untuk semua yang udah terjadi di hidupku, baik atau buruk, menyenangkan atau tidak, memuaskan ataupun mengecewakan.

 Terima kasih uda ngajarin aku hari ini untuk tetep inget untuk merespon secara benar, se-menyakitkan apapun perlakuan yang diberikan padaku.

Terima kasih udah mengajarkan aku bagaimana caranya menjadi kuat, walaupun sampai sekarang aku pun masih belajar bagaimana caranya menjadi kuat.

Terima kasih sudah mengajariku untuk memperhatikan kata-kata yang akan keluar dari mulutku, baik itu secara lisan maupun lewat tulisan, baik itu melalui dunia nyata ataupun dunia maya. Juga untuk belajar menghargai perasaan orang lain, sebagaimana aku pun ingin dihargai.

Terima kasih sudah mengingatkanku, bahkan menghajarku supaya aku ingat untuk tetap belajar untuk rendah hati, bahkan ketika orang merendahkanku.

Terima kasih sudah mengajarkanku untuk menjadi lemah lembut dan penuh kasih, walaupun sekarang aku masih belum mengerti benar bagaimana caranya mengasihi. Juga untuk mengingatkanku kembali, bahwa kasih itu adalah yang terpenting dari semuanya.

Terima kasih.

Selasa, 18 September 2012

Allah Pembelaku..

"Blessed are you when people insult you, persecute you and falsely say all kinds of evil against you because of Me. Rejoice and be glad, because great is your reward in heaven, for in the same way they persecuted the prophets who were before you."
 Matthew 5:11-12 :')

Kamis, 02 Agustus 2012

When Everything Seems So Wrong


Saat itu 6 Juli, hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap peserta SNMPTN. Hari dimana para pengadu nasib menuai apa yang telah mereka tabur. 

Yes, I’m one of them. Sama seperti mereka yang lainnya, gue juga menunggu-nunggu hasilnya. Dimanakah gue akan berkuliah nanti. Tapi entah kenapa gue gak gugup waktu mau buka website pengumuman itu. Perasaan gue lebih ke.. Berserah, atau pasrah, atau apalah itu, yang pasti gue gak mau expect too much dengan hasilnya, takut entar sakit ati kalo ternyata gak lulus.

Dann, gue dinyatakan lulus di pilihan ketiga gue. UPI. Akuntansi.

Seharusnya gue seneng. Tapi gue malah bingung saat itu. Karena passing grade gue harusnya ga nyampe buat lolos disitu, passing grade gue justru nyampe-nya di pilihan kedua (pilihan kedua gue passing gradenya lebih rendah daripada yang ketiga, beda jurusan) walaupun pas-pasan (gue ambil IPC).

Sementara semua orang sibuk kasih selametan ke gue, gue iya-iya aja, tapi masih dengan perasaan bingung-setengah linglung. Kok lulusnya yang ini sih, God? Kata gue dalam hati, harusnya bukan ini.. Bukan ini yang gue mau. Gue gak mau di Bandung. Gue maunya Jakarta.

Yes it was my plan, tapi kemudian gue berpikir kalo bukan disitu tempat yang tepat bagi gue untuk ngejar mimpi gue. Musik. Dan gue ga lolos SIMAK UI. Habislah harapan gue. Gaada lagi jalan lain buat ngegapai cita-cita gue jadi pemusik. Dan UI.. was one of my dreams.

Tetapi kemudian gue diingatkan kembali.


Bahkan di postingan gue yang lalu gue pernah bilang,
 “Sekeras apapun usaha kamu buat ngewujudin keinginan kamu, kalo itu gak sesuai dengan kehendak Tuhan, itu bakalan sia-sia. Kamu PASTI gagal.”

Dan, apakah rencana-rencana yang gue susun untuk kuliah di Jakarta itu bakal mendatangkan kemuliaan bagi Sang Pencipta gue, atau bagi diri gue sendiri?


Gue juga lupa untuk bersyukur.. Gue tersentak.
Ya, ini ternyata emang salah di gue. Lagian kan ga mesti di Jakarta gue bisa ngewujudin mimpi gue. Di Bandung juga bisa. Walaupun banyak temen-temen gue dan lain-lain yang bahkan gaktau universitas tempat gue kuliah, it’s okay. Mungkin, kalo kemarin gue lulus di UI, gue bakalan jadi sombong, main musik buat keren-kerenan gue doang. Disini Sang Pencipta gue mengajari gue untuk (kembali) belajar menjadi rendah hati. Gue yakin bahwa Dia bakal mengangkat orang yang mau rendah hati dan berserah  pada-Nya. Dan bahwa kalo emang musik itu panggilan hidup gue, lewat jalan apapun Dia bakal buka jalan. Gue cuma perlu menikmati prosesnya.

Selama gue menyerahkan rencana gue pada-Nya.

Selama gue hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

It might be hard, but just remember, He's still with you. Always.

Put God in charge of your work, then what you've planned will take place.

Proverbs 16:3 – The Message Bible

Kamis, 09 Februari 2012

Believe

Baru aja tadi diumumin sisa-siswa yang boleh daftar di SNMPTN undangan.. dan gue gak termasuk salah satunya.


My parent's were really dissapointed at me. 
Yeah, I know, but it's not only hard for you, mom, dad, it hurts me too..
Terpukul? Iya. Banget. But regreting won't change anything. Gue sadar gue masih belum belajar. Dan Tuhan pasti masih punya rencana yang lebih indah buat gue. Masih ada jalan lain buat masuk PTN kok. I know, He wants me to struggle more, push my self through the limits, and bayar harga buat ngedapetin itu semua.




It may be hard, but I'll try to do my best. I believe there's a bright future for me. For He's the planner. And He is my God.


For I know that the best is yet to come!


Sebab masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang..

Jumat, 03 Februari 2012

Our Plan, or His Plan..

Beberapa hari yang lalu kakak-kakak alumni sekolah gue dateng ke sekolah untuk sosialisasi univ tempat mereka kuliah. Mulai dari Unpad, UI, ITS, dan lain-lain. Tapi gue paling semangat waktu denger kakak-kakak dari UI sosialisasi. It feels like.. Excited till dead (haha lebay) tapi emang iya, rasanya keren banget ngeliat mereka waktu nge-jelasin universitas tempat mereka kuliah sekarang. And I wonder if I could go to the same university as them. Gue. Pengen. Banget. Masuk. UI.


Oke, kembali lagi ke topik yang sedang kita bicarakan di judul yang gue cantumkan. 

Our plan, or HIS plan? 

Bisa aja kita ngerasa udah nyiapin segala sesuatunya dengan baik.
Bisa aja kita ngerasa apa yang kita inginin itu yang terbaik buat kita.
Bisa aja kita ngerasa paling bagus kuliah di sini. Paling enak kalo bisa jadi bussinesman (for example).
Mungkin kita ngerasa udah ngeluarin semua usaha maksimal kita untuk ngedapetin apa yang kita pengen, tapi tetap ga tercapai.
Kenapa bisa gitu? Ini karena..
1. Tuhan sedang memproses kita untuk ngegapai tujuan kita. Well, emang gak gampang ngejalanin proses itu, tapi harus ada harga yang dibayar untuk hal-hal yang besar. Gimana  bisa jadi dokter kalo belajar aja males? Gimana bisa jadi penyanyi hebat kalo ga pernah latihan? Gimana mau sehat kalo males olahraga? I'm not being a hypocrite. Ini juga berlaku buat gue. Udah dua tahun rhinitis (alergi dingin dan debu) gue ini ga sembuh-sembuh. Dokternya selalu nyuruh buat olahraga, tapi ga gue jalanin. Gue ngerasa males, capek, karena kayanya ga ada hasil. Seems like it's worthless. Tapi satu hal yang gue (baru) inget: Ini semua bagian dari proses.


2. Apa yang kita ingini beda dengan apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. Guys, jangan lupa, kita hidup aja udah karena kehendak Tuhan. (teserah lo mau bilang gue lebay hehe) Apa yang kita pengen belum tentu baik buat kita. Percaya deh, Tuhan udah ngerencanain semuaaa yaaang teeeeerbaiiiiik buat kita, apalagi anak-anakNya yang selalu membangun hubungan intim denganNya. Semakin kita dekat sama Tuhan, semakin kita tau apa yang Dia pengenin dalam hidup kita. Karena kita semakim mengenal-Nya.


Jadiiii, apapun yang udah lo rencanain, jangan lupa bawa dalam doa, serahin semuanya sama Tuhan, biar rencana-Nya yang superrr indah itu yang terjadi atas hidup kita :)


Cewe yang sedang belajar mengerti kehendak Tuhan,
Manuella Gracia Panjaitan




Kamis, 26 Januari 2012

Collection

Ini gue tunjukkin beberapa foto band gue: Side project. Fyi, kami terdiri dari 7 orang : Amirul dan Rainer (vocalist), Aku,ella (keyboardist), Hasanul (bassist), Andika a.k.a Tompel (guitarist), Timothy (saxophonist and backing vocal), dan Joshua (drummer). Ini dia foto-fotonya:



Amirul (kanan) dan Rainer, the vocalists

Ella (me) on the keyboard


Hasanul a.k.a cunul on the bass

Andika a.k.a Tompel on the guitar

Timothy on the saxophone and backing vocal

Joshua on the drum




Side Project :)

Selasa, 24 Januari 2012

God's Favor..

Gatau mau mulai dari mana. Ini cerita tentang festival band yg gue ikutin minggu lalu.

 Yang gue inget.. Tadinya ragu banget mau ikutan lomba itu atau engga. Sempet mau mundur, tapi akhirnya ikut juga. Waktu lagi doa tiba-tiba ke-flashback festival-festival band yang gue ikutin sebelumnya dan gue teringat satu hal: gue lupa ngelibatin Tuhan. Dan gue bilang ama Dad: Tuhan, semoga Engkau berkenan sama band ini, kalo ngga juga gapapa, apapun yang terjadi rencana-Mu tetep yang terbaik buat aku.Gue berserah dan ngga mau terlalu pengen menang.

Ternyata band kami masuk final. Kami pun ngebawain lagu yang sama yang kami bawain waktu penyisihan. Tapi ada yang aneh. Sound systemnya tiba-tiba pecah, apalagi keyboardnya yang membuat gue sangaat ga nyaman main keyboard. Rasanya pengen nangis, tapi gue tetep berusaha senyum. Bahkan waktu turun panggung pun gue masih sempet bersungut-sungut karena sound system itu. Gue udah ngga yakin bakalan masuk tiga besar, walaupun sebenernya dalam hati masih berharap.

Akhirnya tibalah malam puncak Planet Smansa 6, acara yang ngadain festival band yang kami ikutin (oh iya, nama band kami Side Project). Waktu itu acaranya belum mulai, gue sama anak-anak padus lagi sibuk dandan di toilet buat nampil. Tiba tiba temen gue, namanya Sara, bilang, "Cie ella juara 3 nihyeeee".


Gue kaget. Dan seneng. Tapi sebel dikit juga sebenarnya karena udah keburu tau sebelum pengumuman hehe.  Bersyukur banget sama Tuhan lah pokoknyaaaa, bersyukur karena perkenanan-Nya buat kami.

Sampe rumah, waktu itu lagi browsing, kebuka video akustik True Worshippers dengan lagunya yang baru: Anugrah Terbesar. ( ini linknya: http://www.youtube.com/watch?v=LYAIemNs5Pk )Ada satu baris liriknya yang ngebuat gue terkesiap dan keinget ama doa gue sebelumnya:
Perkenanan-Mu ya Tuhan.. Nyata di dalam hidupku..
Kalo Tuhan bersama kita, siapa yang bisa ngelawan kita? ;) God bless you all :)

Kamis, 29 Desember 2011

bittersweet 17th..

Yes, I'm 17 now.

Kenapa bittersweet? Sweet karena it's seventeen, umur dimana seseorang sudah dianggap dewasa.  Ya, semoga di umur gue yang baru ini gue bisa menjadi orang yang semakin dewasa, semakin baik di hari-hari kedepannya :)
Bitter karena di hari gue yang (seharusnya) indah ini, sinusitis gue malah kambuh, sakitnya ampe menjalar ke gigi kanan gue, dan menyebebkan gue jd demam :( Alhasil jadi bete seharian. (maaf yaaa orang2 rumah yang jadi korban pelampiasan...).

But overall, I'm really thakful for this day. Karena Tuhan mash mengizinkan gue menapaki umur yang baru ini dan memberi kepercayaan pada gue untuk berubah. Menjadi orang yang lebih baik.

Untuk teman-teman semua yang udah ngucapin, thanks for your wishes, God bless you all and your family! ;)

Selasa, 27 Desember 2011

After Christmas

Well, its 27. Natal udah lewat dua hari. But it doens't mean the christmas spirit has been dissapeared. It's still here. In our heart.


Ngomong-ngomong soal natal, gue jadi inget khotbah pak pengkhotbah waktu hari natal kemaren. Ngutip dari quote siaapaaa gitu (lupa hehe maap). Katanya:
The secret of your future is hidden in your daily routine.
 Gue tersentak. Mengingat kembali resolusi 2011 gue, apa aja yang udah gue lakuin untuk menuhin resolusi itu. Hmm. Rasanya emang kaya ga guna banget kegiatan gue tahun ini, karena itu ga ada resolusi yang tercapai tahun  ini. :/ Tapi yasudahlah, dari setiap kejadian selalu ada yang dapat kita petik. Ini menjadi pelajaran gue untuk  lebih well-organized lagi untuk tahun 2012. Saatnya membuat resolusi 2012! Ditunggu ya ;)


...sebab masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang...