Tampilkan postingan dengan label believe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label believe. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

August Rush!

I remembered what I did after I watched this movie for the first time.. Suddenly I was so excited to practice piano again. Yes, it's August Rush!


photo: taken from google

This film tells about a gifted-young boy named Evan (Freddie Highmore) who was born by accident. He was separated to his parents, his mother, Lyla (Keri Russell) is a cellist and his father, Louis (Jonathan Rhys-Meyers) is a band vocalist who were forced apart by fate. When Evan was born, his mother misinformed by his grandfather that the infant has died.

11 years later Evan decided to find his parents. He believed that music will reunite him and his parents. With his ability to listen to the sounds of the outside world, he started the journey. In the journey of finding his parents, he met an orphaned musical prodigy named Wizard (Robin Williams) who helped him to find his parents by using his amazing talent in music. Then Wizard renamed him "August Rush".  Together they discovered the world and Wizard realized that Evan had a great musical talent growing up. He smelled an opportunity to take advantage of Evan, using his gift.
Fortunately, this film ended happily, with Evan reunited with his family.

What I like the most from this film is Evan's talent and passion in music. Everytime and everywhere, he always listen to the sounds of the world. That's one of his abilities, to listen to the sound of the outside worlds. I really admire his ability to learn many kinds of music instruments quickly, by his feelings.
This film is really recommended for you who likes music, or you who needs to regain your passion in practicing your music skills haha..

Kamis, 02 Agustus 2012

When Everything Seems So Wrong


Saat itu 6 Juli, hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap peserta SNMPTN. Hari dimana para pengadu nasib menuai apa yang telah mereka tabur. 

Yes, I’m one of them. Sama seperti mereka yang lainnya, gue juga menunggu-nunggu hasilnya. Dimanakah gue akan berkuliah nanti. Tapi entah kenapa gue gak gugup waktu mau buka website pengumuman itu. Perasaan gue lebih ke.. Berserah, atau pasrah, atau apalah itu, yang pasti gue gak mau expect too much dengan hasilnya, takut entar sakit ati kalo ternyata gak lulus.

Dann, gue dinyatakan lulus di pilihan ketiga gue. UPI. Akuntansi.

Seharusnya gue seneng. Tapi gue malah bingung saat itu. Karena passing grade gue harusnya ga nyampe buat lolos disitu, passing grade gue justru nyampe-nya di pilihan kedua (pilihan kedua gue passing gradenya lebih rendah daripada yang ketiga, beda jurusan) walaupun pas-pasan (gue ambil IPC).

Sementara semua orang sibuk kasih selametan ke gue, gue iya-iya aja, tapi masih dengan perasaan bingung-setengah linglung. Kok lulusnya yang ini sih, God? Kata gue dalam hati, harusnya bukan ini.. Bukan ini yang gue mau. Gue gak mau di Bandung. Gue maunya Jakarta.

Yes it was my plan, tapi kemudian gue berpikir kalo bukan disitu tempat yang tepat bagi gue untuk ngejar mimpi gue. Musik. Dan gue ga lolos SIMAK UI. Habislah harapan gue. Gaada lagi jalan lain buat ngegapai cita-cita gue jadi pemusik. Dan UI.. was one of my dreams.

Tetapi kemudian gue diingatkan kembali.


Bahkan di postingan gue yang lalu gue pernah bilang,
 “Sekeras apapun usaha kamu buat ngewujudin keinginan kamu, kalo itu gak sesuai dengan kehendak Tuhan, itu bakalan sia-sia. Kamu PASTI gagal.”

Dan, apakah rencana-rencana yang gue susun untuk kuliah di Jakarta itu bakal mendatangkan kemuliaan bagi Sang Pencipta gue, atau bagi diri gue sendiri?


Gue juga lupa untuk bersyukur.. Gue tersentak.
Ya, ini ternyata emang salah di gue. Lagian kan ga mesti di Jakarta gue bisa ngewujudin mimpi gue. Di Bandung juga bisa. Walaupun banyak temen-temen gue dan lain-lain yang bahkan gaktau universitas tempat gue kuliah, it’s okay. Mungkin, kalo kemarin gue lulus di UI, gue bakalan jadi sombong, main musik buat keren-kerenan gue doang. Disini Sang Pencipta gue mengajari gue untuk (kembali) belajar menjadi rendah hati. Gue yakin bahwa Dia bakal mengangkat orang yang mau rendah hati dan berserah  pada-Nya. Dan bahwa kalo emang musik itu panggilan hidup gue, lewat jalan apapun Dia bakal buka jalan. Gue cuma perlu menikmati prosesnya.

Selama gue menyerahkan rencana gue pada-Nya.

Selama gue hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

It might be hard, but just remember, He's still with you. Always.

Put God in charge of your work, then what you've planned will take place.

Proverbs 16:3 – The Message Bible

Kamis, 09 Februari 2012

Believe

Baru aja tadi diumumin sisa-siswa yang boleh daftar di SNMPTN undangan.. dan gue gak termasuk salah satunya.


My parent's were really dissapointed at me. 
Yeah, I know, but it's not only hard for you, mom, dad, it hurts me too..
Terpukul? Iya. Banget. But regreting won't change anything. Gue sadar gue masih belum belajar. Dan Tuhan pasti masih punya rencana yang lebih indah buat gue. Masih ada jalan lain buat masuk PTN kok. I know, He wants me to struggle more, push my self through the limits, and bayar harga buat ngedapetin itu semua.




It may be hard, but I'll try to do my best. I believe there's a bright future for me. For He's the planner. And He is my God.


For I know that the best is yet to come!


Sebab masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang..

Kamis, 26 Januari 2012

Collection

Ini gue tunjukkin beberapa foto band gue: Side project. Fyi, kami terdiri dari 7 orang : Amirul dan Rainer (vocalist), Aku,ella (keyboardist), Hasanul (bassist), Andika a.k.a Tompel (guitarist), Timothy (saxophonist and backing vocal), dan Joshua (drummer). Ini dia foto-fotonya:



Amirul (kanan) dan Rainer, the vocalists

Ella (me) on the keyboard


Hasanul a.k.a cunul on the bass

Andika a.k.a Tompel on the guitar

Timothy on the saxophone and backing vocal

Joshua on the drum




Side Project :)